Ni Made Sri Andani dengan topi
Tahun lalu, ketika mengikuti Spirit of Wipro Run di Gelora Bung Karno -Jakarta, saya berpikir bahwa hari itu akan sangat panas terik. Bisa-bisa jidat saya yang lebar ini gosong terbakar terik matahari. Ada baiknya saya meminjam topi saja dari suami, karena saya tak punya topi bahkan satupun. Saya sangat yakin, pasti diberikan, mengingat koleksi topi suami saya cukup banyak. Berbagai warna, bentuk dan merk.
Benar saja. Ketika saya meminta, ia terlihat gembira dan senang akan permintaan saya. Buat istri, apa sih yang enggak
. Langsung ia memilihkan salah satu topi terbaiknya untuk saya pakai dan segera memasangkan topi itu di kepala saya. Menurutnya, muka saya kelihatan lebih cantik dengan topi itu. Uhuyyy…ha ha ha 

. Kalau tak salah ingat, warna topi itu hitam. Saya tak ingat merknya.
Setelah itu saya berjalan dengan riang ke arena jogging di GBK dengan topi di kepala saya. Setelah beberapa lama, saya merasa sinar matahari tak seberapa panas, tapi malah saya kurang nyaman memakai topi. Karena tak biasa. Maka saya copotlah topi itu dari kepala saya. Saya tenteng di tangan dan saya beraktifitas seperti biasa. Singkat cerita acara berlari selesai dan saya pun pulang.
Sesampai di rumah, suami saya bertanya,"Topinya mana, De?"
Oh iya. Topinya di mana ya? Sayapun bingung sendiri. Saya benar-benar lupa dengan topi pinjaman suami saya itu. Rupanya tanpa sadar saya letakkan di sebuah meja di belakang panggung/ backdrop. Ketinggalan di sana. Saya mencoba menghubungi panitia. Ternyata menurut panitia, memang tadi ada melihat topi berwarna hitam tergeletak di belakang panggung, tapi karena tak tahu pemiliknya siapa akhirnya ditinggal begitu saja di GBK.
Yaaah…. sudahlah.
Saya minta maaf kepada suami saya itu. Walaupun ia memaafkan keteledoran saya, tapi sebetulnya ia tidak suka. Karena ternyata itu adalah topi kesayangannya yang limited edition. Waduuuh…
Saya jadi merasa nggak enak. Tapi mau gimana lagi. Saya bersalah. Suami saya masih terus mengingat dan menyebut tentang topi yang saya hilangkan itu hingga beberapa hari berikutnya.
Kali ini, saya mau ikut Spirit of Wipro Run lagi. Lokasinya di BSD Xtreme Park. Saya pikir jika acaranya hingga jam 9 atau 10, sudah pasti akan panas. Saya butuh topi. Waduuh… gimana caranya ngomong ke suami ya? Saya mau meminjam topi lagi. Jika saya meminjam lagi, besar kemungkinan ia akan teringat kejadian tahun sebelumnya. Dan besar kemungkinan ia akan ngomel lagi ke saya. Tapi saya benar-benar perlu topi.
Akhirnya saya memberanikan diri meminjam salah satu topinya lagi. Seperti di duga, ia langsung mengungkit lagi perkara topinya yang saya hilangkan tahun lalu itu.
"Ya, kan sudah minta maaf. Sekarang saya berjanji tidak akan menghilangkannya lagi. Suerrrrr…
" kata saya.
Suami saya naga-naganya mengijinkan, tapi saya pikir mukanya agak kurang ikhlas gitu.
Lalu saya bilang,
" Nggak usah topi yang mahal-mahal atau topi kesayangan. Yang murah dan jelek saja. Nggak apa-apa. Atau….ada nggak topi yang kira-kira kamu ikhlas jika kuhilangkan ????"
Mendengar itu, suami saya tertawa terbahak-bahak.
"Ah, mana ada topi yang jika dihilangkan, aku ikhlas. Nggak ada. Semuanya tidak ikhlas !!!"
Tapi tangannya mengambil sebuah topi berwarna hijau, ketika melihat kaos yang saya pakai hari ini berwarna biru kehijauan telur asin.
Sayapun tertawa kegirangan. Tapi kali ini benar-benar saya jaga, jangan sampai hilang lagi.
No comments:
Post a Comment