latestpets

Sunday, 4 August 2024

GALAH. Tentang Ketidak-jujuran

Seperti biasa saya berjalan pagi di taman. Kali ini taman masih sepi, tidak terlihat ada banyak orang yang beraktifitas. Tapi dari kejauhan, saya melihat seorang perempuan sedang mengotek-ngotek pohon matoa yang buahnya sebetulnya masih muda dan bel…
Read on blog or Reader
Site logo image nimadesriandani Read on blog or Reader

GALAH. Tentang Ketidak-jujuran

By Ni Made Sri Andani on August 4, 2024

Seperti biasa saya berjalan pagi di taman. Kali ini taman masih sepi, tidak terlihat ada banyak orang yang beraktifitas. Tapi dari kejauhan, saya melihat seorang perempuan sedang mengotek-ngotek pohon matoa yang buahnya sebetulnya masih muda dan belum layak dipetik dengan galah bambu.

Saya berjalan mendekat, karena kebetulan lintasan jalan pagi saya memang melewati jalan setapak di bawah pohon matoa itu. Selain itu penasaran juga dengan siapa sih sebenarnya orang yang suka merontokkan buah matoa yang masih muda-muda ini? Sering banget saya lihat berserakan beserta daun-daunnnya di rerumputan.

Saya lihat perempuan itu mulai memunguti buah-buah matoa yang berjatuhan dan mengumpulkannya dalam kantong plastik. Saking sibuknya, ia sampai tak menyadari jika saya sudah berada di dekatnya. Begitu menyadari jika ada saya, ia pun kaget.

" Eh, ada Ibu! Lagi olah raga ya, Bu? " tanyanya berusaha ramah pada saya untuk menutupi kegugupannya.

Ooh rupanya itu Ibu pekerja kebersihan yang dikontrak beberapa warga yang tidak memilki ART tetap, untuk hanya menyapu halamannya saja. Dia datang setiap pagi dan menyapu halaman di sekitar 4-5 rumah.

" Iya. Lagi jalan pagi" kata saya.

Karena saya penasaran, mengapa ibu itu memetiki buah matoa di taman yang sebenarnya masih muda dan tak layak dimakan, sayapun tak bisa menahan diri untuk bertanya.

"Mengapa buah matoanya dipetikin, kan masih muda-muda? " tanya saya.

"Nggak dipetikin. Ini mungutin yang sudah pada jatoh jatoh dimakanin codot" katanya.

Lho?! Kok bohong ya. Kan tadi saya lihat sendiri dia mengotek-ngotek buah matoa di pohonnya dengan galah. Dia mungkin tidak melihat saya tadi, tapi saya melihat dia dari kejauhan. Walaupun sekarang saya tidak melihat ada galah di situ. Kemana ya galahnya? Sayang saya nggak kepikiran tadi untuk memotretnya.

Selain itu, jika memang buah itu jatuh karena codot, jumlahnya tidak mungkin sebanyak itu.

Codot tidak serakah seperti manusia. Ia hanya mengambil secukupnya yang ia perlukan saja untuk menyambung hidupnya. Mungkin mengambil satu dua atau sepuluh buah saja sudah kenyang. Dan pasti hanya akan memilih buah yang sudah matang dan manis. Bukan merontokkan ratusan atau bahkan ribuan buah yang masih muda-muda begini. Sayang banget.

Satu lagi, codot tidak merontokkan daun-daun matoa ketika mengambil buahnya. Kalau dilihat banyaknya sampah daun-daun hijau yg ikut rontok bersama dengan buah- buah yang muda, sudah pasti ini perbuatan manusia dengan menggunakan galah 🤣

Tapi saya malas berdebat urusan codot itu lagi. Sudah jelas bagi saya.

Akhirnya saya cuma memberitahu bahwa, pohon matoa ini memang ditanam untuk warga perumahan. Siapapun warga di sini berhak untuk mengambilnya, tapi sebaiknya dibiarkanlah dulu buah matoa itu membesar dan tunggu sampai matang, baru diambil. Mana enak dimakan jika masih kecil dan muda-muda begini.

"Enak kok. Memangnya ibu nggak pernah nyoba?" Katanya agak nyolot.

"Ini bekas dimakan codot!!!. Dimakan codot!!! " katanya berulang ulang dengan ketus untuk meyakinkan bahwa itu semua adalah sisa dimakan codot.

Saya hanya tertawa dan mau lanjut berjalan saja. Pagi yang indah tak layak dihiasi dengan kekesalan hati.

Saya lihat ia membuka sebuah matoa yang berukuran agak besar dan memakannya. Terdengar dia menggerutu.

"Daripada keduluan codot" gumamnya tapi masih kedengeran oleh saya.

"Kalau nggak diambil, palingan ntar juga orang lain yang ngambil" sungutnya lagi.

Saya melanjutkan jalan dan mengerling ke sebuah galah yang bersandar di pagar dekat pohon matoa. Tadi tak kelihatan oleh saya. Dan ternyata ada sebuah lagi di dekat jembatan. Agak tersembunyi.

Setelah menyelesaikan target langkah pagi , sayapun mau pulang. Tanpa sengaja saya menoleh ke arah pohon matoa yang agak jauh di belakang saya.

Terlihat ibu itu bersama dengan seorang lelaki sedang mengotek-ngotek pohon matoa dengan galah. Sayapun mengambil hape saya dari saku. Mengarahkan kamera hape ke bawah pohon matoa itu. Dan …

"Click"

Saya sedang mengabadikan sebuah ketidakjujuran untuk menutupi keserakahan. Bukan untuk apa-apa. Tetapi untuk mengingatkan diri saya sendiri, bahwa:

Ketidak-jujuran, walaupun itu hanya menyangkut sebutir buah matoa yang mungkin tidak seberapa harganya, tetaplah sebuah ketidakjujuran.

Dan ketidak-jujuran, terlepas dari apakah ada orang lain yang melihat dan mengetahui atau tidak, tetaplah sebuah ketidak-jujuran.

Comment
You can also reply to this email to leave a comment.

nimadesriandani © 2024.
Manage your email settings or unsubscribe.

WordPress.com and Jetpack Logos

Get the Jetpack app

Subscribe, bookmark, and get real-time notifications - all from one app!

Download Jetpack on Google Play Download Jetpack from the App Store
WordPress.com Logo and Wordmark title=

Automattic, Inc.
60 29th St. #343, San Francisco, CA 94110

at August 04, 2024
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

No comments:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

Silhouette Power: why great characters are recognizable immediately

… before we see a face, we see a shape, a shadow, a silhouette … ͏     ­͏     ­͏     ­͏     ­͏     ­͏     ­͏     ­͏     ­͏     ­͏     ­͏    ...

  • [New post] Conscious Acts of Kindness
    thealchemistspottery posted: " "I shall pass through this world but once.If therefore, there be any kindness I can sho...
  • Cross Fit for the Mind
    Stimulate the body to calm the mind Cross Fit for the Mind The Newsletter that Changes the Minds of High Performers If overstimulation is th...
  • [New post] ARTE E ANIMALI: GHEPARDO CON 2 SERVI INDIANI E UN CERVO
    ...

Search This Blog

  • Home

About Me

latestpets
View my complete profile

Report Abuse

Blog Archive

  • January 2026 (9)
  • December 2025 (12)
  • November 2025 (20)
  • October 2025 (15)
  • September 2025 (19)
  • August 2025 (42)
  • July 2025 (29)
  • June 2025 (32)
  • May 2025 (31)
  • April 2025 (22)
  • March 2025 (30)
  • February 2025 (11)
  • January 2025 (17)
  • December 2024 (13)
  • November 2024 (4)
  • October 2024 (5)
  • September 2024 (1383)
  • August 2024 (1489)
  • July 2024 (1575)
  • June 2024 (1527)
  • May 2024 (1649)
  • April 2024 (1628)
  • March 2024 (1601)
  • February 2024 (1547)
  • January 2024 (1517)
  • December 2023 (2086)
  • November 2023 (1872)
  • October 2023 (1162)
  • September 2023 (817)
  • August 2023 (976)
  • July 2023 (1178)
  • June 2023 (1056)
  • May 2023 (1016)
  • April 2023 (956)
  • March 2023 (782)
  • February 2023 (907)
  • January 2023 (1492)
  • December 2022 (1417)
  • November 2022 (961)
  • October 2022 (954)
  • September 2022 (720)
  • August 2022 (754)
  • July 2022 (866)
  • June 2022 (635)
  • May 2022 (622)
  • April 2022 (602)
  • March 2022 (628)
  • February 2022 (539)
  • January 2022 (699)
  • December 2021 (1329)
  • November 2021 (2856)
  • October 2021 (3168)
  • September 2021 (3143)
  • August 2021 (3242)
  • July 2021 (2446)
Powered by Blogger.